Ramai Klub Berpindah Home Base, PSSI Berikan Tanggapan

Memiliki investor baru dalam sepakbola profesional bukan hal baru, namun yang disesalkan adalah bergantinya nama dan logo bahkan berpindah lokasi yang sedang marak terjadi di liga Indonesia.

PSSI sendiri sedang menghadapi kasus jual-beli lisensi di klub profesional pada musim 2019. Seperti Perseru Serui yang pindah markas ke Lampung menjadi Badak Lampung FC. Lalu ada juga PS TIRA yang bergabung dengan Persikabo menjadi TIRA-Persikabo.

Lalu di Liga 2 setidaknya sudah ada dua tim yang akan berpindah markas. Seperti Bogor FC yang akan menjadi Sulut United, lalu juga ada merger dua tim antara Aceh United dan PS Timah Babel menjadi Babel United.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha menanggapi hal ini dan mengatakan bahwa tahun 2019 akan menjadi periode terakhir untuk klub berpindah homebase.

PSSI akan membuat regulasi baru mengenai perpindahan kepemilikan dan bahkan lokasi klub.

“Tahun 2019, terakhir klub bisa memindahkan homebase. Kalau pergantian nama dan logo, itu kaitannya dengan pemasaran,” ujar Ratu Tisha.

“Pada 2020, akan keluar regulasi keanggotaan. Ketika pendaftaran klub keanggotaan yang terkait dengan homebase, nama, soal homebase tidak dapat dipindahkan,” tutur Tisha.

“Apabila ada merger atau jual beli klub, yang terlibat dalam transaksi itu adalah entitas atau badan usaha. Bukan klubnya,” lanjut wanita berusia 33 tahun itu.

“Namun, untuk tahun ini, tak bisa berganti nama dan harus transisi dulu sampai 2020 baru disahkan. Keberadaan klub satunya lagi tak hilang di PSSI. Mereka masih terdaftar karena seyogyanya klub seperti Perseru, Bogor FC, Persikabo itu masih ada melekat di keanggotaan PSSI,” jelas Tisha.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*